KENDAL - Sebanyak 1.952 hektare dari total 13.000 hektare sawah di Kendal yang ditanami padi, terancam terserang wereng cokelat. Hal tersebut diungkapkan Subaidi, Kepala Dinas Pertanian setempat, Senin (19/7) lalu.
Menurut dia, dari data lapangan, saat ini sawah yang diserang hama masih sekitar satu hektare. Jika tidak diantisipasi dengan penanganan dini, dikhawatirkan akan mengancam ribuan hektare padi yang dalam masa awal musim tanam kedua ini.
“Dari temuan kasus, ada 10 ekor per rumpun pati. Karena itu kami telah memberi bantuan penanganan serta gerakan pengendalian massal. Daerah-daerah yang rentan terserang wereng di musim tanam kedua ini, di antaranya Kecamatan Rowosari, Patebon dan Brangsong,” katanya.
Dikatakan, sebagai langkah pencegahan serangan hama wereng agar tidak meluas, dia mengimbau para petani untuk berupaya menangani secara mandiri. Penanganan mandiri dengan pengamatan khusus dan rutin sejak dini, sebelum wereng mewabah.
“Penanganan sejak dini bisa dengan mengontrol padi tiap tiga hari sampai satu minggu sekali. Jika ada temuan wereng muda, bisa diatasi dengan pestisida nabati, seperti urin sapi dan sari tembakau. Memang serangan wereng harus diwaspadai. Tahun lalu di Kendal tercatat ada 400 hektare sawah yang gagal panen akibat hama ini,” katanya.
Tikus dan Sindep
Selain wereng cokelat, hama lain yang harus diwaspadai petani adalah tikus dan ulat penggerek batang (sindep). Menurut Subaidi, hama jenis ini menjadi momok petani, karena tiap tahun menyerang padi di Kendal. Saat ini, dari data yang dimiliki Dinas Pertanian, sudah ada 461 hektare sawah yang diserang tikus. Sementara untuk serangan sindep, tercatat ada 20 hektare, dan tanaman menjadi mati.
Beberapa hama lain yang menjadi ancaman, di antaranya wereng hijau dan keong mas. Pihaknya terus menyosialisasikan upaya pencegahan serangan hama itu. Namun tidak semua pestisida bisa memberantas seluruh hama. (lan-16)























