Cukup Tujuh Menit untuk Padamkan Api
“PAK, anak saya ada di dalam pesawat. Tolong, Pak, izinkan saya juga menyelamatkannya,” teriak seorang penumpang pesawat sembari tertatih menahan sakit.
Sementara dua petugas dari tim SAR mencoba mencegah pria tersebut mendekati pesawat yang terbakar. Sejumlah petugas lainnya yang terdiri dari personel keamanan Pangkalan Udara Utama TNI AD (Lanumad) A Yani dibantu petugas bandara melakukan evakuasi dan pengamanan di sekitar lokasi kebakaran.
Yah, begitulah suasana simulasi penanggulangan kebakaran pesawat yang digelar di Lanumad A Yani, Senin (19/7). Sekitar 100 personel terdiri atas petugas gabungan dari Lanumad dibantu petugas Bandara A Yani, tim SAR, dan petugas kesehatan terlibat dalam latihan rutin tahunan tersebut. Meski bersifat latihan, keseriusan dan kesigapan peserta latihan terlihat begitu kentara.
Dengarlah, suara sirine dua mobil pemadam kebakaran terus saja mengaung. Menandakan situasi darurat di kawasan tersebut. Puluhan personel pemadam kebakaran dengan sigap memadamkan kobaran api yang melahap badan pesawat.
Dalam situasi tersebut, sebanyak 20 penumpang terlihat bergelimpangan di sekitar kobaran api. Petugas SAR kemudian mengevakuasi mereka menuju tenda-tenda. Seorang yang terjebak kepulan asap segera dibebaskan petugas dengan berseragam tahan api. Sementara bagi penumpang yang telah meninggal dievakuasi terakhir.
Kurang dari tujuh menit, kobaran api pun berhasil dipadamkan. Sementara korban penumpang pesawat pun berhasil dievakuasi ke tempat yang aman.
Darurat
Dalam simulasi, divisualisasikan skenario yang bermula adanya berita dari pesawat terbang yang mengalami keadaan darurat disampaikan ke petugas pengatur lalu lintas di menara Lanumad A Yani. Berita itu kemudian direspons untuk dilanjutkan ke sejumlah personel terkait supaya bersiap menghadapi kondisi darurat.
Komandan Detasemen Pengendalian Pangkalan, Mayor Cpn Maryoto mengatakan, latihan tersebut digelar untuk melatih kemampuan personel dalam menghadapi situasi darurat kebakaran di sekitar kawasan Lanumad. “Simulasi ini dilakukan secara rutin setiap tahun untuk mengasah kemampuan personel agar jika sewaktu-waktu ada keadaan emergency mereka akan senantiasa siap,” jelasnya. (Maulana M Fahmi-67)






















