Pusat Informasi Bencana Provinsi Jawa Tengah

Disaster Information Center, Central Java Province

Info Waspada Bencana

Buletin Artikel/Klip Media

Berita dan Info

Blower Meledak, Pabrik Mebel Terbakar

E-mail Print PDF

 

MAGELANG- Pabrik furnitur PT Kayu Lima Utama Magelang terbakar, kemarin sore. Akibatnya, ratusan mebel siap ekspor ludes. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.10. Saat itu, sebuah mesin blower bocor sehingga api merembet ke bagian lainnya. Beberapa saat kemudian cerobong blower ambruk, sehingga api langsung melalap ratusan mebel siap ekspor.

”Peristiwa itu berlangsung cepat sekali. Setelah blower meledak dan cerobong ambruk, api menyambar ke mana-mana. Para karyawan yang panik segera berhamburan menyelamatkan diri,” tutur Nur Kholis (26), salah satu saksi. Nur Kholis mengaku saat api mulai membakar dia sedang berada di dekat blower tersebut.

Kepala Dusun Randugunting, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid Marjiono mengatakan, cat dan tiner yang banyak terdapat di pabrik itu membuat api cepat besar.

Sebanyak 250 karyawan PT Kayu Lima bekerja keras mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, uang arisan karyawan ikut terbakar.

”Kami minta kalian semua berkumpul dan jangan panik,” pinta pemilik PT Kayu Lima Utama Magelang Joko Budi Santoso di sela-sela kebakaran kepada para karyawati yang ketakutan.

Hingga semalam api belum bisa dipadamkan meski empat mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Magelang dikerahkan ke lokasi. Sekitar pukul 18.15 api justru kian membesar setelah tumpukan kayu yang baru saja dioven ikut terlalap si jago merah.

Suasana semakin mencekam saat atap pabrik yang terbuat dari baja ringan ambruk. Petugas pemadam kebakaran menjebol sejumlah titik di dinding pabrik untuk mempermudah pemadaman.

Macet Kejadian itu membuat para karyawan tidak bisa segera pulang dan terpaksa berbuka puasa di pinggir jalan dengan menu seadanya. Suasana di lokasi kejadian mirip pasar malam.

Kebakaran juga menyebabkan jalan raya Mertoyudan-Keprekan macet tiga kilometer. Polisi mengalihkan arus lalu lintas dari arah Yogyakarta melewati Mendut-Kota Mungkid dan kembali ke jalan Mertoyudan-Keprekan.

Menurut Riana, salah satu karyawan,  begitu mesin blower terbakar, para karyawan  langsung berhamburan keluar.

”Banyak karyawan baru sehingga mereka bingung saat mesin blower terbakar. Saya saat itu sedang shalat ashar. Seharusnya begitu terbakar, para karyawan langsung mematikannya dengan alat yang ada,”kata dia.

Kapolsek Mungkid AKP Mujiono yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Penyebab pasti kebakaran akan diselidiki lebih lanjut. (bib-59)

Suara Merdeka, 24 Agustus 2010

 

Last Updated ( Friday, 27 August 2010 21:17 )
 

Ditinggal Tarawih, Tiga Rumah Terbakar

E-mail Print PDF

SLAWI - Kebakaran hebat terjadi di Desa Buniwah RT02/ RW II Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Selasa (10/8) malam. Tiga rumah hangus terbakar saat ditinggal penghuninya menunaikan shalat tarawih. Ketiga rumah yang terbakar itu milik Warsudi (47), Jujun (38) dan Suhar (40).

Last Updated ( Thursday, 12 August 2010 21:24 ) Read more...
 

Gudang Terbakar, Kerugian Rp 1 M

E-mail Print PDF

kebakaran gudang di kudusKUDUS - Gudang berisi sejumlah bahan pembuat sepatu, sandal, dan karpet di Dukuh Jember, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Senin (9/8) sore, ludes terbakar. Amukan si jago merah menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar. Berdasarkan keterangan yang dihimpun Suara Merdeka, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 14.45. Saksi mata, Uci (35), pemilik rumah di depan gudang mengatakan, ketika itu melihat sejumlah anak bermain di sekitar tempat itu.

Read more...
 

759 Unggas Mati Terserang Flu Burung

E-mail Print PDF

 

TEMANGGUNG - Hingga akhir semester pertama tahun ini sebanyak 759 ekor unggas di Kabupaten Temanggung diketahui mati akibat terinfeksi virus Avian influenza (AI) atau populer disebut flu burung.

Berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Temanggung, kejadian pertama dilaporkan pada bulan Januari lalu oleh warga di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tlogomulyo. Saat itu, sebanyak 402 ekor ayam ras milik Mustanir dan beberapa warga lain dilaporkan mati mendadak. Setelah dicek oleh petugas, ratusan ayam tersebut dinyatakan mati akibat terserang virus AI.

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Suparjo di ruang kerjanya, kemarin, mengatakan dibanding jumlah populasi unggas secara keseluruhan, angka kematian akibat flu burung relatif rendah, yakni hanya sekitar 0,9%. Kendati demikian, masyarakat diimbau agar selalu waspada karena penularan virus ini tergolong cepat. ”Lebih baik melakukan upaya pencegahan daripada penanganan,” ujarnya.

Beberapa bentuk upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain dengan pemberian vaksinasi rutin 3-4 kali dalam setahun kepada unggas, pengandangan hewan, desinfeksi, dan penerapan biosecurity.

Penyemprotan Desinfektan Untuk tindakan penanganan terhadap unggas yang dinyatakan positif terinfeksi, di samping pemusnahan ada pula beberapa langkah lain. Di antaranya penyemprotan desinfektan secara lebih rutin. Selain itu, peternak juga diimbau untuk segera mengisolasi dan mengandangkan unggas yang masih sehat dengan maksud agar tidak tertular.

”Sebenarnya yang paling efektif adalah dengan cara pemusnahan, karena jika tetap dibiarkan hidup akan beresiko menularkan kepada ternak lain bahkan bisa menjangkiti manusia,” jelas Suparjo. Akan tetapi sejauh ini, kata dia, di daerah Temanggung belum pernah ditemukan kasus penularan flu burung terhadap manusia.

Dari seluruh unggas yang terinfeksi, sebagian besar merupakan ternak ayam yang pemeliharaannya dilakukan secara umbaran (tidak dikandangkan). Faktor lain yang berpengaruh adalah cara penanganan bangkai unggas yang salah.

Diungkapkan olehnya, selama ini masih cukup sering dijumpai di masyarakat, bangkai unggas yang mati akibat flu burung hanya dibuang begitu saja di lingkungan sekitar atau sungai. Padahal seharusnya bangkai tersebut dibakar terlebih dulu, kemudian dikubur rapat-rapat di dalam tanah sehingga virus tidak ada kemungkinan menyebar ke tempat lain. (J1-69)

Suara Merdeka, 21 Juli 2010

 

Last Updated ( Wednesday, 21 July 2010 05:03 )
 

Wereng Meluas, 3.684 Hektar Padi Puso

E-mail Print PDF

KLATEN, KOMPAS.com - Hama wereng batang coklat yang menyerang tanaman padi di Kabupaten Klaten, hingga pertengahan Juli 2010 ini, semakin meluas dan sekitar 919 hektar (ha) mengalami puso.

 

Last Updated ( Friday, 30 July 2010 15:59 ) Read more...
 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 83

Kontak kami via email

Peta Lokasi Kantor

Telaah PB di Indonesia

Chat with Admin


Adi W. (Program)


Hanung (Program)

Admin
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini (counter awal)655
mod_vvisit_counterKemarin546
mod_vvisit_counterMinggu ini1910
mod_vvisit_counterMinggu lalu4496
mod_vvisit_counterBulan ini4698
mod_vvisit_counterBulan lalu21829
mod_vvisit_counterHingga saat ini142316

We have: 3 guests, 2 bots online
IP Anda: 38.107.191.101
 , 
Tanggal hari ini: Sep 07, 2010
You are here: