Aktifitas BPBD
Pemkab Temanggung Segera Bentuk BPBD PDF Print E-mail
Kegiatan - Liputan Media
Wednesday, 12 January 2011 07:47

Sebagai daerah rawan bencana, Pemerintah Kabupaten Temanggung, tahun 2011 akan membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yang berfungsi sebagai kepanjangan tangan dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Tujuannya, agar penanganan bencana yang terjadi di Temanggung dapat terpusat penanganannya dan memudahkan koordinasi.

“Temanggung memang perlu BPBD”, tegas Kasi Linmas Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Temanggung, Agus Sudaryono, Senin (10/1). Dikatakan, BPBD memiliki tiga tugas pokok, yakni komando, pelaksana dan koordinasi. Tugas komando diberikan kepada BPPD agar apabila terjadi bencana BPPD dijadikan ëkomandaní untuk memimpin institusi pemerintah dan institusi lain dalam penanganannya.

Di samping itu, BPPD juga ikut serta langsung penanganan dilapangan dengan bekerja sama pihak lain seperti SAR dan PMI. Sementara tugas koordinasi adalah menjalin komunikasi aktif terhadap institusi terkait dalam penanganan bencana.

Sementara itu dana bantuan korban bencana alam dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Temanggung, pada 2011 mengalami penurunan dibandingkan penerimaan tahun sebelumnya. Sebab, dengan pengurangan efek juga diperkirakan kerawanan bencana juga turun. Anggaran untuk bantuan korban bencana alam pada tahun 2010 sebanyak Rp 250 juta, terdiri Rp 150 juta di APBD 2010 dan Rp 100 juta lainnya masuk di Perubahan Anggaran 2010.

Sementara untuk anggaran 2011, Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Temanggung belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait nominal anggaran, tetapi dari informasi yang didapatkan hanya mendapat Rp 100 juta.

“Masih belum ada pemberitahuan resmi, yang pasti turun, sekarang sekitar Rp 100 juta,” ujar Kasi Linmas, Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Temanggung, Agus Sudaryono. Menyinggung mengenai potensi bencana alam pada 2011, Agus menambahkan kekeringan akan menjadi bencana yang terjadi secara menyeluruh di Kabupaten Temanggung. Musim hujan akan berhenti pada Maret mendatang berdasarkan prediksi dari BMKG.

Di Kabupaten Batang, rawan tanah longsor di wilayah Kecamatan Bawang. Bahkan ada 10 lokasi yakni di Dukuh Kalirejo, Ngelak, Jambangan, Ngasinan, Gunungsari , Keteleng, serta lainnya di Kecamatan Blado. Hal ini dibenarkan Camat Bawang, Ulul Azmi. Sedang Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Moerdiono, mengaku, saat ini Pemda masih melakukan inventarisasi bencana. (Mud/Riy)-s

11/01/2011 20:45:05 TEMANGGUNG (KR)

 

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi