BPBD Provinsi Jawa Tengah

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id

Aktifitas BPBD
Akhirnya Peta Rawan Bencana Turun PDF Print E-mail
Kegiatan - Liputan Media
Saturday, 12 March 2011 01:35

KLATEN—Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB)  yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah turun. Karena itu, Pemkab Klaten makin mantab  menjalankan program relokasi dan rehabilitasi di kaki Gunung Merapi usai  erupsi Merapi beberapa waktu lalu.  Di dalam peta yang dibuat oleh Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) itu, tercantum juga rekomendasi pelarangan hunian permanen di KRU.

Hal itu dikatakan oleh Kabid Potensi Linmas Badan Kesbangpol Linmas Pemkab Klaten, Joko Rukminto kepada wartawan di kantornya, Jumat (11/3).

Peta KRB itu dibagi menjadi tiga kategori yakni KRB I, KRB II dan KRB III. Sesuai tingkat bahayanya, KRB III merupakan lokasi paling rawan terkena imbas langsung dari erupsi Merapi seperti terlanda awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar hingga hujan abu lebat. Oleh BVMBG, KRB III dianjurkan untuk tidak dihuni.

”Di daerah merah (KRB III) terlalu berbahaya sehingga rekomendasi dari PVMBG agar jangan ada bangunan tetap. Peta ini kami terima Selasa (8/3-red) kemarin,” jelasnya, Jumat (11/3).

Ada tujuh dukuh di Kecamatan Kemalang Klaten yang masuk dalam KRB III. Tujuh Dukuh itu adalah Dukuh Gondang, Sambungrejo, Ngipiksari, Banjarsari dan Balerante di Desa Balerante serta Dukuh Pajegan dan Petung di Desa Sidorejo.

Sedangkan yang masuk KRB II adalah Desa Panggang dan KRB I sebagian Desa Balerante dan Desa Panggang serta Desa Sukorini (Kecamatan Manisrenggo) karena dilalui aliran lahar dingin. Menurutnya penentuan KRB kali ini berbeda dengan peta KRB sebelumnya.

”Peta sebelumnya hanya didasarkan radius dari pusat bahaya Merapi. Tapi kalau sekarang dari tempat-tempat yang terkena erupsi kemarin,” lanjutnya.

Dikatakan pula, peta KRB kali ini lebih luas karena muncul desa-desa baru yang sebelumnya tidak masuk dalam peta KRB lama. Selanjutnya, peta itu segera disosialisasikan ke pemerintah desa setempat untuk memantapkan relokasi dan rekonstruksi pascabencana.

Sejauh ini Pemkab telah mengantongi kesediaan sebagian warga di Desa Balerante untuk direlokasi. Lahan untuk membangun rumah relokasi juga sudah tersedia. ”Ada 115 rumah rusak berat di dukuh yang sekarang masuk KRB III. Nanti penghuninya disediakan rumah relokasi yang letaknya di luar KRB,” terang dia.

Di KRB III,  menurut dia, warga boleh beraktivitas untuk kegiatan produktif selain bertempat tinggal. Sementara itu Kades Balerante, Sukono mengatakan belum menerima informasi terkait dukuh-dukuh di desanya yang masuk KRB III berikut rekomendasi dari pemerintah pusat. Namun pada dasarnya, ia menginginkan yang terbaik bagi warganya.

”Kami manut  saja petunjuk pemerintah untuk memberikan keamanan bagi warga.  Kami dengan Pemkab Klaten terus menjajaki aspirasi warga sasaran relokasi,” ujarnya.

 

Harian Joglosemar | Sabtu, 12/03/2011 09:00 WIB - Abdul Alim

 

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Petunjuk Unit LIDi

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi