Aktifitas BPBD
Peta Bencana Rampung, Siap Relokasi Warga
Kegiatan - Liputan Media
Sunday, 24 April 2011 14:51

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merampungkan membuat peta dampak bencana erupsi dan lahar dingin Gunung Merapi. Selanjutnya, mereka siap merelokasi 3.299 kepala keluarga yang tinggal di kawasan peta terdampak langsung.

 

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, relokasi tersebut dilakukan semata-mata untuk keselamatan warga. Dia menerangkan, daerah seluas 1.310 hektar yang mengitari Gunung Merapi masuk kawasan berbahaya. Sebab, dari kajian BNPB hingga ratusan tahun kedepan erupsi dan lahar dingin Gunung Merapi masih akan mengancam kawasan tersebut.

Dia menjelaskan, rincian dari seluruh kepala keluarga yang bakal direlokasi itu terdiri dari dua lokasi. Yaitu, 2.682 kepala keluarga di Provinsi Yogyakarta, dan sisanya sejumlah 617 berada di wilayah provinsi Jawa Tengah. "Saat ini, mereka sementara ditampung di huntara (hunian sementara, red)," ujar Sutopo.

Saat ini, BNPB bersama pemerintah provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah sudah mempersiapkan dua skenario untuk proses relokasi warga tersebut. Opsi pertama adalah, relokasi warga membangun rumah dengan membeli lahan pengganti berupa tanah kas desa yang sudah disiapkan pemerintah. Opsi kedua adalah, warga secara mandiri membeli tanah di dareah lain dengan uang kompensasi yang diberikan pemerintah.

Hasil koordinasi sementara, sebut Sutopo, sebagian besar warga korban bencana di Provinsi Jogjakarta memilih opsi pertama. Yaitu mengikuti tempat relokasi yang sudah disiapkan pemerintah. "Alasan mereka aspek sosial dan budaya. Mereka tetap ingin tinggal dengan warga di desa yang sama," tandas Sutopo.

BNPB sudah menetapkan beberapa kebijakan kompensasi bagi warga yang masuk dalam peta terdampak langsung tersebut. Yaitu, untuk satu unit rumah induk pemerintah menetapkan kompensasi sebesar Rp 30 juta. Pemerintah menetapkan rumah induk sebagai patokan karena beberapa warga memiliki lebih dari satu rumah. "Ada yang dapur dan kandang ternaknya terpisah. Kami hitung itu satu rumah," jelas Sutopo.

Aturan kompensasi selanjutnya adalah untuk warga yang tidak memiliki rumah, tetapi memiliki lahan yang ledes disapu bencana. Untuk kondisi ini, BNPB menetapkan kompensasi sebesar Rp 37.500 per meter persegi. Angka itu dihitung dari rata-rata patokan nilai jual objek pajak (NJOP). Sutopo menerangkan, akibat bencana yang terjadi tahun lalu itu, areal yang sebagian besar berupa persawahan tersebut sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sebab, sudah tertimbun pasir dan tanah muntahan Gunung Merapi.

Secara keseluruhan, program penangan pasca bencana Gunung Merapi yang dikomando BNPB ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,35 triliun. Selain digunakan untuk relokasi warga, duit tersebut juga digunakan untuk membangun sarana dan prasarana infrastruktur lainnya. Seperti jalan, puskesmas, dan sekolahan. Program yang mulai dijalankan Juli tahun ini, diharapkan rampung akhri 2013 depan. (wan)

 

 

www.hileud.com | Minggu, 24 April 2011 , 07:06:00

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Petunjuk Unit LIDi

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi