Aktifitas BPBD
Pembangunan Jembatan Gantung di 3 Kabupaten PDF Print E-mail
Kegiatan - Liputan Media
Saturday, 11 June 2011 04:45

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana DR. Syamsul Maarif MSi menandaskan, dalam mekanisme penanganan bencana, salah satunya adalah melibatkan segenap potensi yang ada pada masyarakat. “Masyarakat itu sebenarnya punya potensi, aset dan kebutuhan. Jadi jangan kita yang menentukan kebutuhan itu,” ujar Syamsul saat peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung dan jalan di kabupaten Magelang, Klaten dan Boyolali, bertempat di jembatan pabelan Desa Progowati Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang, Rabu (8/6).

 

“Setiap terjadi bencana pemerintah daerah harus melakukan upaya tanggap darurat dan segera merapat dengan mengerahkan semua potensi yang ada di sekeliling wilayah itu serta melibatkan TNI dan Polri, semua itu merupakan langkah antisipasi dini,” tambahnya.

 

Syamsul mengatakan untuk tahun 2011 ini pihaknya membangun 21 jembatan di 4 kabupaten yang rusak akibat banjar lahar dingin merapi. Pembangunan jembatan tersebut akan ditangani Bina Marga dengan anggaran sebesar 232,2 miliar.

Bupati Magelang Ir Singgih Sanyoto mengatakan, di Kabupaten Magelang terdapat 32 jembatan dan ruas jalan yang rusak atau putus, semuanya telah diusulkan oleh bupati ke BNPB untuk dapat diperbaiki atau dibangun kembali dengan perkiraan total biaya sebesar Rp. 80.926.022.000,-.

Meskipun dari 32 paket pekerjaan yang diusulkan tersebut, baru disetujui prioritas pekerjaan sejumlah 14 paket, dengan nilai sebesar Rp 42.199.274.000. Meski demikian Bupati Singgih merasa syukur dan menyampaikan rasa terima kasih.

Singgih juga menandaskan, beberapa ruas jalan serta jembatan di wilayah Kabupaten Magelang merupakan jalan Nasional dan Provinsi serta sebagai akses utama antara Kabupaten Magelang dengan Provinsi DIY. Seperti ruas jalan Magelang-Yogyakarta, ruas jalan Keprekan-Muntilan-Salam, Jembatan Kali Putih, Jembatan Pabelan lama dan pengadaan jembatan bailey dengan total anggaran Rp. 120 milyar.

Pembangunan Jembatan Gantung Kali Pabelan (Srowol) direncanakan menghabiskan biaya Rp. 8.550.409.000 dengan panjang 120 meter merupakan jalur utama antara Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Kulonprogo dan merupakan akses jalan pariwisata ke Candi Borobudur dan Mendut.

Sedangkan ke 13 paket lainnya yaitu jembatan Tlatar-Sawangan panjang 90 meter biaya Rp. 5.210.578.000, jembatan ngepos srumbung panjang 60 meter biaya Rp 3.665.303.000, jembatan dam gowok sabrang panjang 60 meter biaya Rp 5.151.287.000, jembatan Blongkeng 2 Srumbung panjang 20 meter biaya Rp   1.085.981.000, jembatan tringsing panjang 32 meter biaya  Rp 2.515.153.000,-.

Jembatan dam kali senowo panjang 24 m biaya Rp 2.539.666.000, perbaikan jalan Borobudur bigaran panjang 7,6 km biaya Rp. 1.286.320.000, perbaikan jalan semen ngluwar panjang 12,9 km biaya  Rp 1.269.836.000, perbaikan jalan muntilan keningar panjang 3,8 km  Rp 1.539.612.000, perbaikan jalan krakitan erukagung panjang 4,1 km biaya  Rp  1.522.987.000,  perbaikan jalan mangunsoko babadan panjang 100 m biaya Rp 3.589.113.000, perbaikan jalan sriwedari ngawen panjang 4,45 km biaya Rp   1.173.747.000, dan pengaman jalan tegalsari srumbung berupa pemancangan sheet pile dengan biaya Rp  3.099.282.000,-.

Untuk pembuatan jembatan dan perbaikan jalan di 3 kabupaten lain yaitu Kabupaten Klaten mengusulkan biaya Rp 5.289.956.000, Kabupaten Boyolali Rp 38.077.700.000  dan Kabupaten Sleman Rp. 26.729.595.000,-.

Kepala Bakorwil II Prov Jateng Drs Joko Purnomo MM ketika hadir dalam acara tersebut mewakili Gubernur Jateng mengatakan, keberadaan jembatan ini sangat penting sebagai sarana penghubung transportasi untuk memperlancar roda perekonomian masyarakat agar bangkit dan bisa membangun kembali kehidupannya menjadi lebih baik.

Banjir lahar dingin yang datangnya tidak dapat diprediksi dan dampaknya dirasakan 3 kabupaten di jateng membuat seluruh masyarakat jateng juga ikut merasa prihatin. "Dengan peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini, mudah-mudahan bisa mendorong semangat masyarakat yang terkena musibah untuk bersemangat menata kembali kehidupannya," ungkapnya.  **Humas_Buds

Sumber: jateng online, 9 Juni 2011

 

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi