Aktifitas BPBD
BPBD Semarang Siap Drop Air
Kegiatan - Liputan Media
Wednesday, 10 August 2011 06:44

SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang siap mengedrop air bersih ke lokasi rawan kekeringan. Kepala BPBD Kota, Fauzi mengatakan, sedikitnya enam kecamatan terpetakan sebagai daerah rawan kekeringan, meliputi Kecamatan Tembalang, Gunungpati, Tugu, Genuk, Ngaliyan dan Mangkang.

”Hingga kini baru Tembalang yang sudah mengajukan permintaan air bersih. Tapi berapa banyak, mereka belum memastikan,” ujarnya.

Menurut dia, wilayah Semarang atas menjadi langganan rawan air bersih. Untuk menyuplai air di wilayah itu pihaknya bekerja sama dengan PDAM Tirta Moedal. Pengedropan dilakukan sesuai dengan kontrak yang disepakati antara Pemkot melalui BPBD dengan PDAM.

Lapor Kelurahan

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bisa melaporkan ke aparat kelurahan. Dari kelurahan nantinya akan dikoordinasikan dengan kecamatan. Pihak kecamatan yang akan melaporkan ke BPBD.

Selanjutnya diadakan survei, dan jika benar mengalami kesulitan air bersih BPBD akan mengedrop sesuai kebutuhan. Adapun air yang didrop itu diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi, seperti keperluan masak dan minum.

Meski begitu, untuk mengantisipasi kekeringan sudah disiapkan anggaran Rp 50 juta. Hingga kini anggaran itu belum digunakan karena belum ada daerah yang meminta.

Sementara itu, pantauan di lapangan sejumlah sumur di kawasan Banyumanik mengalami penurunan debit air. Kaswadi (40), warga Kelurahan Kramas mengaku, memasuki musim kemarau debit air sumur di wilayahnya semakin menipis.

Hal itu diduga seiring adanya proyek tol Semarang - Solo yang membuat lahan hijau beralih fungsi menjadi jalan. (J9,H37-16)

Suara Merdeka, 10 Agustus 2011

 

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi