BPBD Provinsi Jawa Tengah

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id

Aktifitas BPBD
Pelaksanaan Pendampingan Desa Tangguh Bencana Berdikari di Desa Kapencar Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan - Pencegahan & Kesiapsiagaan
Written by Ahmad   
Friday, 18 August 2017 14:25

Program Pengembangan Desa Tangguh Bencana Berdikari merupakan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang difasilitasi  oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam bentuk kegiatan Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana. Diketahui beberapa ancaman bencana di Desa Kapencar Kec. Kertek Kab. Wonosobo meliputi banjir bandang, angin puting beliung (angin lisus), tanah longsor, dan Gunung Api (IRBI 2013-Pusdalops Wonosobo).Program Pengembangan Desa Tangguh Bencana Berdikari merupakan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang difasilitasi  oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam bentuk kegiatan Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana.

Kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melindungi masyarakat dari Bencana. Dimana melalui kegiatan pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas masyarkat melalui pemberdayaan dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan sebagai upaya penanggulangan bencana. Hal ini berkaitan bahwasanya masyarakat sendiri merupakan orang pertama yang akan merespon setiap kejadian bencana sebelum bantuan datang.

Program Pengembangan Desa Tangguh Bencana Berdikari merupakan Program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang difasilitasi  oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah dalam bentuk kegiatan Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana.

Tujuan pelaksananaan Destana Kapencar adalah :

  1. Penguatan potensi desa Kapencar melalui desa tangguh bencana untuk menwujudkan capaian desa berdikari,
  2. Mensinergikan program-program desa Kapencar melalui desa tangguh bencana untuk mewujudkan desa berdikari,
  3. Meletakakan dasar-dasar paradigma baru desa, menuju desa berdikari,
  4. Mengkonsolidasikan program kegiatan desa Kapencar sektoral menuju desa berdikari.
Konsepsi Desa Berdikari Ds. Kapencar Kec. Kertek Wonosobo :
  1. Mampu menyelesaikan persoalan atas dasar kemampuan sendiri serta menyediakan infrastruktur yang memadai,
  2. Mandiri dalam pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, papan, energy, pendidikan dan kesehatan),
  3. Masyarakat desa Kapencar terlibat aktif dalam pengambilan keputusan yang menyangkut hajat hidup mereka sendiri,
  4. Mampu menyediakan relasi sosial yang aman dan tidak diskriminatif berdasarkan musyawarah mufsakat dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, kearifan dan budaya local,
  5. Mampu bekerja sama setara dengan pihak lain serta mampu berjejaring dan bergotong royong dalam satu kesatuan kawasan.
Kegiatan Mastana berlangsung mulai tanggal 24 s/d 28 Juli 2017 di Kab. Wonosobo, dengan lokasi pendampingan di Desa Kapencar Kec. Kertek Kab. Wonosobo.
Adapun hasil pendampingan disampaikan sebagai berikut :
  1. Jumlah peserta ± 80 orang, terdiri dari perwakilan Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Linmas, BPD, LPMD, Perangkat Desa, Karangtaruna, PKK, Kelompok Tani, dan Organisasi Masyarakat lainnya.
  2. Masyarakat berhasil memetakan dan mengidentifikasi ancaman serta pemeringkatan ancaman yakni 5 point ancaman angin puting beliung, 4 point ancaman banjir bandang, 3 ancaman tanah longsor, 2 ancaman G. Api, dan 1 point ancaman wabah penyakit DB.
  3. Dibentuknya dan dikukuhkannya FPRB Kapencar sebagai Forum PRB Desa Kapencar Kec. Kertek Kab. Wonosobo, melalui surat Keputusan Kepala Desa Kapencar Nomor: 143/13/2017.
  4. Terakomodasinya Relawan Desa Kapencar melalui FPRB Kapencar, dengan jumlah anggota sementara ± 100 orang.
Disepakati bersama oleh Kades Kapencar, unsur Kecamatan dan BPBD Kabupaten Wonosobo, FPRB Jateng, dan BPBD Provinsi Jawa Tegah bahwa Forum PRB Kapencar masuk dalam Tingkatan PRATAMA, dengan hasil capaian sebagai berikut :
  1. Perencanaan; adanya upaya awal menyusun dokumen Perencanaan PB (RPB), untuk ancaman Multihazard;
  2. Legislasi adanya upaya awal menyusun Kebijakan PRB (SK Desa, prioritas dana PB nantinya oleh Desa);
  3. Kelembagaan; adanya upaya awal dibentuknya FPRB Desa Kapencar, dan diikuti teridentifikasinya Relawan Desa Kapencar yang terdiri dari komunitas Koresindo, RAPI/ORARI Unit Desa Kapencar, BANSOR/BANSER, IPPNU, Komunitas Jemaat Gereja, Vihara, Pecinta Alam/pendaki, dan Kelompok Tani.
  4. Pendanaan; Desa akan mengajukan Dana Mitigasi, dan Renkon. Masyarakat bersama-sama mengidentifikasi kebutuhan dan kelengkapan komponen untuk Rencana Kontijensi Desa, untuk Renkon diprioritaskan pada Ancaman Angin Puting Beliung;
  5. Pengembangan Kapasitas;  adanya upaya awal peningkatan kapasitas melalui pengkajian risiko (dengan metode transek lapangan), dan pembuatan titik-titik jalur evakuasi, titik kumpul awal dan aakhir, dan tanda-tanda bahaya.
Hasil yang sudah dicapai ini akan ditindak lanjuti dengan melakukan pendampingan secara periodik agar Desa Krendetan dapat menjadi Desa Tangguh Bencana Berdikari.
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Petunjuk Unit LIDi

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi