Aktifitas BPBD
Peran Mahasiswa Sebagai Motor Penggerak Dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Di Jawa Tengah
Kegiatan - sub. Program
Written by Rizky   
Friday, 27 May 2016 10:26

Kegiatan seminar dilaksanakan pada Selasa 24 Mei 2016 bertempat di Ruang Rapat Gedung A Lantai IV Kantor BPBD Provinsi Jawa Tengah Jl. Imam Bonjol No. 1 F Semarang Jl. Imam Bonjol No. 1 F Semarang.

Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo yang pada kesempatan tersebut diwakilkan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Tengah Drs Budi Wibowo MSi yang sekaligus membuka acara Seminar Mahasiswa Dengan Tema “Peran Mahasiswa Sebagai Motor Penggerak Dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Di Jawa Tengah”

Maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk menumbuhkan peran pemuda dan mahasiswa dalam pengurangan risiko bencana serta meningkatkan koordinasi lintas sektor bidang kebencanaan khususnya antara pemerintah dan masyarakat yaitu mahasiswa dalam bidang kebencanaan di Jawa Tengah, Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswa dalam pengurangan risiko bencana di Jawa Tengah, Menumbuhkan peran aktif dan tindakan nyata Mahasiswa untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana.

Materi dan Narasumber :

  1. Mahasiswa dan Pemuda sebagai Aset Pemerintah untuk PRB di Jawa Tengah oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Povinsi Jawa Tengah (Drs. Budi Wibowo, M.Si, sebagai Keynote Speaker).
  2. Kebijakan Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah oleh Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah (Sarwa Pramana, SH, M.Si).
  3. Peran Civitas Akademika Sebagai Pendamping Mahasiswa dalam PRB oleh Tokoh Akademisi (Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D).
  4. Pentingnya Edukasi Kebencanaan bagi Pelajar dan Mahasiswa oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB (Dr. Sutopo Purwo Nugroho).

Hal-hal substansial dalam kegiatan tersebut:

  1. Dalam sambutannya, Drs. Budi Wibowo, M.Si, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah menyatakan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin baru yang harus dibekali dengan beragam kemampuan sehingga menjadi pribadi yang mumpuni dalam menghadapi setiap kondisi, bahkan ketika bencana tiba.
  2. Salah satu aktor penting yang diharapkan bisa menjadi motor penggerak dalam usaha pengurangan risiko bencana adalah mahasiswa. Paradigma yang terbentuk di sebagian besar kalangan mahasiswa dan akademisi selama ini terkait bencana adalah selalu mengenai respon darurat saat bencana terjadi. Padahal ada tahapan yang tak kalah penting untuk dikerjakan yaitu menyiapkan diri sebelum bencana terjadi sehingga bisa meminimalisir dampak akibat bencana.
  3. Kepedulian terhadap pengurangan risiko bencana harus terus ditularkan kepada berbagai kalangan, dan khususnya mahasiswa yang pada kesempatan ini dapat menerima pengetahuan dan pembelajaran tentang bagaimana merumuskan langkah strategis dalam upaya penanggulangan bencana di Jawa Tengah.
  4. Arahan Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa: Seminar tersebut penting dan menjadi forum bagi mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran, agar kedepan dapat lebih baik karena urusan bencana bukan urusan satu organisasi saja tapi merupakan urusan kita bersama; Penanggulangan bencana adalah bidang yang akan berkembang di kemudian hari sehingga diperlukan banyak sumber daya manusia profesional termasuk mahasiswa untuk berperan aktif dalam PB; Diharapkan mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan tersebut dapat membuat upaya tindak lanjut di kampus sehingga manfaatnya bisa dirasakan nyata.
  5. Sebagai Universitas yang peduli bencana, Universitas Diponegoro (UNDIP) telah memfasilitasi mahasiswanya dengan menyediakan sarana edukasi bencana berupa Poliklinik dan Laboratorium Kebencanaan yang berada di Gulon Magelang. Klinik dan Laboratorium ini merupakan bantuan dari Yayasan Satu Untuk Negeri (SUN) kepada masyarakat yang dikelola oleh UNDIP. Pada saat pra bencana selain berfungsi sebagai pusat pendidikan dan kegiatan pelatihan kebencanaan, Klinik dan Laboratorium Kebencanaan ini akan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum. Sedangkan ketika terjadi bencana akan menjadi tempat pengungsian bagi warga masyarakat.
  6. Menurut Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D, Rektor UNDIP periode 2010-2014, bahwa menghadirkan mahasiswa dalam pengurangan risiko bencana termasuk dalam point ke 13 (Tindakan Iklim, mengambil tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan pengaruh-pengaruhnya) dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG/Sustainable Development Goals) yang merupakan seperangkat target yang berhubungan dengan pengembangan internasional di masa mendatang.
  7. Menyinggung peran mahasiswa sebagai motor penggerak dalam upaya pengurangan risiko bencana, Dr. Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, di hadapan para mahasiswa menyatakan bahwa mahasiswa hendaknya menjadi contoh awal di masyarakat terkait penanggulangan bencana dalam hal pengabdian kepada masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan meningkatkan jumlah KKN tematik penanggulangan bencana.
  8. Jika ada mahasiswa yang ingin melakukan kunjungan ke BNPB, pihak BNPB siap menyambut dengan baik kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perguruan tinggi.

 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi