BPBD Provinsi Jawa Tengah

Jl. Imam Bonjol 1F Semarang | Tel. 024-3519927, 3519904 | email: bpbd@jatengprov.go.id

Aktifitas BPBD
BPBD Jateng Adakan Rapat Koordinasi Konsolidasi Penanganan Bencana Banjir, Tanah Longsor Dan Sinergi Penanganan Kebakaran Di Jawa Tengah
Kegiatan - sub. Program
Written by Rizky   
Thursday, 09 February 2017 15:42

BPBD Provinsi Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi Konsolidasi Penanganan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Sinergi Penanganan Kebakaran di Jawa Tengah pada hari Selasa, 17 Januari 2017 bertempat di Ruang Rapat Gedung A Lt. IV BPBD Provinsi Jawa Tengah, Jl. Imam Bonjol No. 1 F Semarang.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk membangun sinergi dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana antar pemangku kepentingan PB.

Materi dan Narasumber :

  1. Gotong Royong Penanggulangan Bencana di Jawa Tengah oleh Gubernur Jawa Tengah (H. Ganjar Pranowo, SH, MIP).
  2. Manajemen Sistem Penanganan Darurat Bencana oleh Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB (Ir. Tri Budiarto, M.Si).
  3. Kondisi Aktual dan Prediksi Cuaca untuk Penanggulangan Risiko Bencana di Jawa Tengah oleh Kepala BMKG Semarang (Tuban Wiyoso, M.Si).

Rapat koordinasi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, MIP. Penegasan sambutan antara lain :

  1. Kebakaran rumah/bangunan belum diatur dalam UU 24/2007 tentang PB, oleh sebab itu Pemerintah Jawa Tengah harus menyesuaikan dengan membuat atau menambahkan penanganan kebakaran  rumah/bangunan dalam peraturan PB;
  2. BPBD, Satpol PP, Damkar dan OPD terkait harus satu komando untuk kemanusiaan dalam penyelenggaraan PB di Jawa Tengah;
  3. Pemerintah Jawa Tengah perlu menjadwalkan pengecekan hydrant dan alat pemadam kebakaran lainnya secara rutin minimal 3 bulan sekali sebagai salah satu upaya kesiapsiagaan dalam pencegahan kebakaran rumah/bangunan.

Dalam rapat tersebut Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB memberikan arahan;

  1. BPBD menjadi komando untuk merancang strategi saat terjadi bencana dengan dibantu oleh TNI, Polri dan Dinas terkait, karena persoalan-persoalan bencana akan selalu menjadi perhatian penting oleh pemerintah nasional dan pemerintah daerah;
  2. Pejabat baru di BPBD Kab/Kota harus diberikan pelatihan PB;
  3. Sistem yang baik sangat penting dalam PB, dan sistem PB yang baik terletak pada individunya.

BMKG yang turut hadir dalam rapat tersebut juga memprediksi bulan Januari-Februari  sebagian besar wilayah Jateng curah hujan masih tinggi-sangat tinggi, sehingga perlu kewaspadaan terhadap bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Sedangkan bulan Maret -April curah hujan sudah menurun, namun sebagian wilayah Jateng bagian tengah atau pegunungan curah hujan masih cukup tinggi.

Dalam rangka menindaklanjuti rakor tersebut, Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah memberikan arahan:

  1. Membentuk “Grup WA” gabungan BPBD, Satpol PP, dan Damkar untuk memudahkan koordinasi dalam penanganan bencana dan kebakaran;
  2. Satpol PP dan Damkar mulai bekerjasama dengan BPBD untuk memetakan daerah rawan bencana dan kebakaran di Jawa Tengah;
  3. BPBD dan OPD terkait harus selalu waspada dan siaga, karena mengingat prediksi dari BMKG bahwa puncak curah hujan di tahun 2017 akan terjadi pada bulan Januari-Februari yang berisiko pada  peningkatan bencana banjir dan tanah longsor;
  4. Akan dilaksanakan rakor khusus BPBD, Satpol PP dan Damkar per Eks Karesidenan untuk membentuk manajemen penanggulangan bencana dan kebakaran.

Last Updated on Thursday, 09 February 2017 15:53
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Petunjuk Unit LIDi

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi