Aktifitas BPBD
Kunjungan Gubernur di Lereng Merapi
Kegiatan - PIB Pusdalops Jateng
Written by Egga   
Wednesday, 20 November 2013 13:56

GUBERNUR SAMBANG SEDULUR MERAPI DI BOYOLALI DAN MAGELANG

Menanggapi kenaikan aktivitas merapi tanggal 18 November 2013 walau status tetap normal perhatian dari Gubernur Jawa Tengah sudah tampak dilapangan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mencatat, warga yang tinggal di KRB terbanyak Kabupaten Magelang sekitar 93.000 jiwa. Mereka tinggal di sekitar aliran 10 sungai yang berhulu di Merapi. Diantaranya Kali Krasak, Bebeng, Batang, Putih, Blongkeng, lamat, Senowo, Trising, Apu dan Pabelan.

Kemudian, disusul 165 kepala keluarga (KK) di Desa Balerante Klaten, dan Boyolali 144 KK. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sarwa Pramana mengatakan, wilayah yang paling rawan terkena hujan abu berada di Kabupaten Magelang dan Klaten. Sementara untuk Boyolali jaraknya masih terlalu jauh sehingga dampaknya cukup kecil. Saat ini sudah disiapkan jalur evakuasi dan titik-titik kumpul. Menurutnya, meski berjarak 5 kilometer (KM) dari puncak Merapi, 165 KK di Klaten tetap tidak mau direlokasi.

”Fase empat tahunan meletusnya Gunung Merapi harus diwaspadai. Terakhir meletus pada 26 Oktober 2010, mudah- mudahan 2014 tidak terjadi,” ujarnya. Sebelum mengeluarkan hujan debu dan pasir pada Senin 18 November 2013, pukul 04:35 WIB pagi lalu, terakhir Merapi memperlihatkan aktivitas vulkanologi pada Desember 2012, namun frekuensinya relatif kecil. Sarwa menjelaskan bahwa dari informasi BPPTK Yogyakarta, hingga kemarin kondisi Merapi sudah mulai normal kembali.

Selasa, 19 Oktober 2013 kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke wilayah lereng merapi, tepatnya di Dukuh Kuncen, Desa Samiran, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali. Bertempat di Radio Komunitas MMC FM bersama Jalin Merapi mengadakan sarasehan singkat bersama Gubernur Jawa Tengah ini yang dihadiri puluhan warga dari beberapa Dukuh di Desa Samiran, Tim OPRB Desa, dan BPBD Boyolali. Ganjar Pranowo yang didampingi Bupati Boyolali Seno Samodro, Kapolres Boyolali , Kalakhar BPBD Jawa Tengah beserta rombongan Dinas lainnya.

Kunjungan ke Radio Komunitas yang notabenya komunitasnya warga merapi yang membutuhkan informasi akurat maka digunakanlah radio komunitas yang sudah tidak asing lagi didengar oleh masyarakat sekitar Rakom MMC, karena selama ini rakom MMC berkerja sama dengan instasi terkait BPPTKG Yogyakarta. Dan acara ini mereka sebut “Gubernur Sambang Sedulur Merapi”.

Pukul 15.00 WIB kedatangan Jateng 1 ini langsung menuju Studio Rakom MMC FM untuk Tanya jawab dengan Mujianto salah satu Crew MMC FM soal konsep radio komunitas ini dalam mitigasi bencana merapi dan penginformasian soal aktivitas merapi. Setelah itu Ganjar Pranowo diajak talkshow singkat oleh Crew MMC FM soal pesan maupun saran kepada para pendengar untuk menyikapi ancaman bencana merapi.

“Warga harus tenang dan mulai belajar lagi soal kesiapsiagaan menghadapi bencana merapi, nyawa nomor satu dan harta nomor dua”, Ungkap Ganjar Pranowo dalam inti Talkshow bersama MMC FM.

Dilanjutkan sarasehan bersama warga bersama Kepala Desa Samiran, Bupati Boyolali dan Gubernur Jawa Tengah. Dimana sarasehan singkat ini intinya menanyakan kesiapsiagaan warga Selo, Boyolali khususnya dalam menghadapi ancaman bencana merapi ini, serta peran informasi dan komunikasi sangatlah penting untuk mitigasi bencana ini, maka dengan itu keberadaan radio komunitas ini harus benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan.

“Radio komunitas ini harus benar benar dimaksimalkan dengan komunitas komunitas seperti ini dan harus di contoh wilayah lain, sehingga pemerintah akan lebih mudah memberi atau menerima informasi dari ataupun untuk masyarakat”, sepenggal pesan Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan kepada warga.

Mujianto mewakili Radio Komunitas MMC FM dan Jalin Merapi menuturkan “Ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah atas perhatiannya kepada seluruh warga merapi untuk sempat menengok dan terjun kelapangan,hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi warga merapi dan kami pegiat komunitas akan lebih sadar dan siap siaga akan bencana merapi”.

Temuan Gubernur di Magelang Dua Bronjong Sungai Putih Retak
Setelah berkunjung ke Boyolali dilanjutkan kunjungan ke Kabupaten Magelang, dikesempatan yang sama Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para penambang pasir di wilayah Kabupaten Magelang untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar tanggul atau bronjong sungai. ”Bronjong itu untuk pengendali laju banjir lahar hujan, sehingga jangan sampai dirusak” ujar Ganjar Pranowo di Dusun Salakan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, kemarin.

Gubernur menemukan dua buah bronjong di sisi Sungai Putih, Dusun Salakan, Desa Sirahan, Kecamatan Salam, rusak. Rusaknya bronjong penahan banjir lahar hujan tersebut, sempat mengundang perhatiannya. Ganjar kemudian memotret bronjong-bronjong tersebut. ”Saya ingatkan agar penambang tidak menambang di dekat konstruksi agar tidak mbolongi bronjong. Sehingga, tidak merusak tanggul dan bronjong,” ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Sudjadi mengatakan, rusaknya bronjong di pinggir Sungai Putih tersebut kemungkinan karena aktivitas penambangan.

Dia juga mengingatkan agar para penambang memperhatikan betul lokasi dan jarak penambangan, agar tetap aman dari banjir lahar hujan. ”Ya memang itu perlu diperhatikan. Namun, itu menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO),” katanya.

sumber: Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Prov. Jawa Tengah

Last Updated on Wednesday, 20 November 2013 17:00
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Petunjuk Unit LIDi

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi