Aktifitas BPBD
Koordinasi Pemulihan dan Peningkatan Sosial dan Ekonomi Pasca Bencana Tahun 2017 PDF Print E-mail
Kegiatan - Rehab & Rekon
Written by Egga   
Tuesday, 30 May 2017 10:16

Rapat Koordinasi Pemulihan dan Peningkatan Sosial dan Ekonomi Pasca Bencana Tahun 2017 di The Oxalis Regency Hotel – Magelang, Jalan Cempaka Nomor 17 – Magelang pada tanggal 23-24 Mei 2017 dibuka dan ditutup oleh Kabid Rehab-Rekon BPBD Prov. Jateng mewakili Kalakhar BPBD Prov. Jateng, dan hadir sebagai Nara sumber Ir. Siswanto Budi Prasodjo, MM - Direktur Pemulihan dan Peningkatan Sosial dan Ekonomi BNPB, Hermansyah, SH – Kasi PSKBA, Dinas Sosial Prov. Jateng, Rakhmah Listiawati – Kasi Penyelenggaraan, Dinas Koperasi, UKM Provinsi Jawa Tengah, Ary Ananta - ASB Yogyakarta, Edy Susanto, Kalaksa BPBD Kab. Magelang didampingi Jayadi – Kabid. Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Dengan moderator Hermawan, SP.MSi – Fungsional Perencana Bappeda Prov. Jateng. Peserta yang hadir dari 23 (dua puluh tiga) Kalaksa BPBD Kabupaten/Kota se-Jateng didampingi Kabid/Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi dan OPD Prov. Jateng, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Pada TA 2018, BPBD Prov. Jateng melalui kegiatan Pemulihan dan Peningkatan Sosial dan Ekonomi mengajukan usulan untuk mengalokasikan anggaran pendampingan dan pelatihan, serta bantuan alat peraga sebesar Rp. 50–100 Juta untuk 1 (satu) atau 2 (dua) Kabupaten/Kota terdampak. Sehubungan hal tersebut, perlu kepastian terkait wilayah di Kabupaten/Kota yang akan juga mengalokasi kegiatan pelatihan dan bantuan alat peraga untuk disharingkan menjadi kegiatan yang terpadu dalam perencanaan dan  pelaksanaan dan dalam diskusi Rakor ini tercapai kesamaan persepsi dan kesepakatan untuk sinkronisasi dan sinergitas antara usulan kegiatan yang sama TA 2018 antara Pusat (BNPB), BPBD Prov dan BPBD Kabupaten/kota, dengan harapan manfaat dan dampak kegiatan lebih dirasakan oleh korban bencana. Diharapkan dengan pasca Rakor ini, peminatan BPBD Kabupaten/ Kota yang ingin sharing dan kerjasama untuk perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pemulihan Sosek Pasna dapat diiputuskan pada akhir Tahun 2017, sehingga dalam pelaksanaan TA 2018 semua kegiata dapat dilaksanakan bersama-sama secara efisien dan efektif.

Proses identifikasi kegiatan Pemulihan Sosek dengan Pemetaan Sosek untuk melihat potensi wilayah terdampak bencana, bisa menggunakan observasi, wawancara hingga metode Participatory Rural Appraisal (PRA). PRA : metode pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat, bukan hanya sekedar obyek pembangunan. Langkah Menuju Mandiri, Intervensi oleh Pemerintah adalah Mendorong Pemberdayaan Masyarakat, pendataan, sosialisasi, pembentuk kelompok baru, bantuan peralatan, pelatihan, pendampingan, dan monitoring – evaluasi.

Dinas Sosial melaksanakan sosialisasi Permensos No. 1 Tahun 2013 tentang Bantuan Sosial bagi Korban Bencana, mendorong permintaan dari BPBD Kabupaten/kota, perlunya difasilitasinya rapat konsolidasi lanjutan untuk penangan pemulihan pasca bencana dengan menggunakan potensi sumber dana dari Kementerian Sosial. Dinas Koperasi UKM menginformasikan berbagai jenis pelatihan keterampilan dan management berbasis kompetensi berjenjang untuk dikembangkan sebagai pelatihan khusus yang mendukung Pemulihan Sosek Pasna. ASB menyampaikan pentingnya pendataan penyandang disabilitas baik sejak lahir maupun penyandang baru sebagai dampak bencana. Selanjutnya dianalisis untuk menentukan pelatihan keterampilan dan management yang dibutuhkan pasca bencana. Bersama ini kami sampaikan hasil-hasil diskusi peserta dalam diskusi kelompok.

BPBD Provinsi Jateng akan mengeluarkan surat edaran terkait identifikasi kegiatan pendampingan dan pelatihan keterampilan untuk pemulihan sosial dan ekonomi pasna. Bersama ini terlampir konsep surat yang dimaksud, apabila Bapak telah berkenan mohon tanda tangan.

DOKUMENTASI :

Last Updated on Tuesday, 30 May 2017 12:22
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi