Aktifitas BPBD
Rakor PB Antara BNPB & BPBD Prov/Kab/Kota, Semarang
Kegiatan - sub. Umum & Kepegawaian
Written by Adi Program   
Wednesday, 06 June 2012 11:28

RAKOR PB ANTARA KEPALA BNPB DENGAN KALAKHAR BPBD PROVINSI JAWA TENGAH, DAN PARA KEPALA PELAKSANA BPBD KABUPATEN/KOTA SE-JAWA TENGAH, Semarang, 4 Juni 2012.

Perbesar Foto Klik disini

Bantuan Berupa Dana dari BNPB
Sejak Tahun 2009 telah banyak bantuan yang telah diberikan oleh BNPB kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah maupun kepada BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Beberapa bantuan dalam bentuk dana yang telah diterima oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kabupaten/Kota sejak Tahun 2009 antara lain :

  1. Dana Bantuan Sosial Berpola Hibah; Dana ini digunakan untuk kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Jawa Tengah. Pada Tahun 2009 dana yang diberikan sebesar Rp. 80,9 Miliar untuk BPBD Provinsi dan 8 Kabupaten/Kota, pada Tahun 2010 sebesar Rp. 123,4 Miliar untuk BPBD Provinsi dan 10 Kabupaten/Kota dan Tahun 2011 sebesar Rp. 96,7 Miliar untuk BPBD Provinsi dan 8 Kabupaten/Kota.
  2. Dana Bantuan Early Recovery Pasca Bencana Erupsi Gunung Merapi; Dana ini digunakan untuk kegiatan pemulihan awal pasca bencana erupsi Gunung Merapi Tahun 2011. Dana yang diberikan sebesar Rp. 14, 4 Miliar untuk 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Klaten, Boyolali dan Magelang.
  3. Dana Bantuan Penguatan Kelembagaan; Dana ini digunakan dalam rangka mitigasi dan pengurangan risiko bencana di Jawa Tengah. Pada Tahun 2011 BNPB memberikan bantuan sebesar Rp. 1,5 Miliar, dan direncanakan pada Tahun 2012 ini BNPB akan kembali memberikan dana sebesar Rp. 1,06 Miliar.
  4. Dana Tanggap Darurat (on call); Dana Tanggap Darurat (on call) digunakan untuk membiayai kejadian bencana di Jawa Tengah pada saat tanggap darurat. Pada Tahun 2010 BNPB memberikan bantuan sebesar Rp. 35,9 Miliar, Tahun 2011 sebesar 26,3 Miliar dan Tahun 2012 sebesar Rp. 15 Miliar.

Bantuan Dalam Bentuk Sarana Dan Prasarana Penanggulangan Bencana
Selain bantuan dalam bentuk dana, BNPB juga telah banyak memberikan bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Pada tahun 2012 ini, bantuan sarana dan prasarana diberikan kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah dan 11 (sebelas) Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Bantuan tersebut antara lain berupa :
1.    Mobil Truk Serbaguna;
2.    Mobil Rescue Comando;
3.    Mobil Ambulance;
4.    Mobil Dapur Lapangan;
5.    Motor Trail;
6.    Fleksibel Tank Kapasitas 1000 dan 200 Liter;
7.    Perahu karet;
8.    Mesin perahu karet;
9.    Water Treatment Portable;
10.  Genset;
11.  Tenda Posko;
12.  Tenda Pleton;
13.  Tenda Regu;
14.  Tenda Keluarga ;
15.  Velbed;
16.  HT;
17.  RIG;
18.  SSB;
19.  Lampu Senter HID Searchlight;

Khusus untuk BPBD Provinsi Jawa Tengah dan beberapa BPBD Kabupaten/Kota untuk Tahun 2012 juga mendapatkan tambahan bantuan peralatan berupa:
a. Mobil Water Treatment Portable;
b. Mobil Komunikasi merk Hino Dutro 110 SD PS.

Menindaklanjuti bantuan tersebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan pelatihan operasionalisasi Mobil Water Treatment Portable kepada BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang mendapatkan peralatan sama dari BNPB. Sedangkan terkait dengan biaya pemeliharan Mobil Komunikasi merk Hino Dutro 110 SD PS senilai Rp. 40 Juta per bulan, telah mendapatkan persetujuan dari Bapak Gubernur Jawa Tengah.

Bantuan yang telah diberikan oleh BNPB dalam bentuk dana maupun bantuan sarana dan prasarana sebagaimana telah kami sebutkan tersebut, telah banyak membantu proses penyelenggaraan penanggulangan bencana di Jawa Tengah, sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana di Provinsi Jawa Tengah dapat berjalan secara optimal, oleh karena itu atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan masyarakat Jawa Tengah mengucapkan terima kasih yag sebesar-besarnya kepada Kepala BNPB.

Sejak Tahun 2008, BPBD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan serangkaian program dan kegiatan penyelenggaraan penanggulangan bencana melalui Dana APBD. Pada Tahun 2008, anggaran yang dikelola BPBD sebesar, 5,6 Miliar, Tahun 2009 sebesar Rp. 13,5 Miliar, Tahun 2010 sebesar Rp. 14,3 Miliar, Tahun 2011 sebesar Rp 13,3 Miliar, dan Tahun 2012 sebesar Rp. 17,1 Miliar.

Selain dana tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dana Tidak Terduga APBD juga mengalokasikan anggaran untuk kegiatan tanggap darurat di Provinsi Jawa Tengah. Pada Tahun 2010, Dana Tidak Terduga yang digunakan sebesar Rp. 11,6 Miliar, Tahun 2011, Dana Tidak Terduga yang digunakan sebesar Rp. 1,3 Miliar, dan di Tahun 2012 ini telah disiapkan anggaran Dana Tidak Terduga sebesar Rp. 30 Miliar.

Beberapa kegiatan utama yang telah dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Tengah dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 adalah sebagai berikut :
1.    Kegiatan dalam rangka Pencegahan (prevention).
a. Penyusunan Peta Risiko Bencana Provinsi Jawa Tengah;
b. Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Kebencanaan;
c. Pengembangan Budaya Sadar Bencana;
d. Kegiatan Fasilitasi dan Koordinasi Unsur Pengarah Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi  Jawa Tengah;
e. Peningkatan Pusat Informasi Bencana (PIB) Provinsi Jawa Tengah;

2.    Kegiatan dalam Rangka Mitigasi (Mitigation)
a. Fasilitasi Simulasi Penanganan Darurat Bagi Pelajar/Masyarakat;
b. Pendidikan Kemasyarakatan dengan melatih 2250 orang anggota masyarakat yang terdiri dari:
1)  Anggota Resimen Mahasiswa (Menwa); dan
2)  Anggota Karang Taruna.
c. Bintek SAR dan latihan Gabungan Penyelamatan, Evakuasi dan Penanganan Pengungsi;
d. Pelatihan Teknis Damage Losses and Assesment/DaLA;
e. Pengembangan Pusdalops Tanggap Darurat/SAR;
f.  Evaluasi, Pemantauan dan Penyusunan Pedoman Penanganan Darurat.

3.    Kegiatan dalam Rangka Kesiapsiagaan (Preparadness).
a. Pengembangan Desa Siaga Bencana;
b. Gladi Manajemen Bencana;
c. Fasilitasi, Koordinasi, Konsolidasi Logistik dan Peralatan Bencana;
d. Pengadaan Logistik dan Peralatan Bencana;
e. Posko Siaga dan Tanggap Darurat Bencana.

4.    Kegiatan Tanggap Darurat (Rensponse); Pengerahan Bantuan Personil dan Peralatan serta Logistik dalam Penanganan Tanggap Darurat Bencana.
5.    Kegiatan Bantuan Darurat (Relieve); Penyerahan Dana Tidak Terduga untuk Tanggap Darurat Bencana.
6.    Kegiatan Rehabilitasi Pasca Bencana.
a. Koordinasi dan Fasilitasi Dukungan Pembangunan Infrastruktur di Kab/Kota se-Jawa Tengah;
b. Fasilitasi dan Koordinasi Penanganan Rehablitasi Pasca Bencana di Jawa Tengah
7.    Kegiatan Rekonstruksi Pasca Bencana; Fasilitasi dan Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana.

Kelembagaan Bpbd Kabupaten/Kota Di Provinsi Jawa Tengah Telah Terbentuk 31 (Tiga Puluh Satu) Bpbd Kabupaten/Kota
Kelembagaan BPBD Kabupaten/Kota di Jawa Tengah telah meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Sampai dengan akhir bulan Mei ini, dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah telah terbentuk 31 BPBD Kabupaten/Kota, sedangkan 4 (empat) Kota sama sekali belum membentuk BPBD, 4 (empat) Kota tersebut adalah:
1. Kota Surakarta
2. Kota Magelang
3. Kota Pekalongan
4. Kota Salatiga

Sedangkan, 31 BPBD Kabupaten/Kota yang telah terbentuk dirinci sebagai berikut :
1. BPBD yang dibentuk dengan Peraturan Daerah sebanyak 22 BPBD.
2. BPBD yang dibentuk dengan Peraturan Kepala Daerah (Peraturan Bupati/Walikota) sebanyak 9 BPBD.

Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011
Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Erupsi Merapi Tahun 2011 di Kabupaten Klaten, dari 160 KK yang akan direlokasi, sampai dengan saat ini yang bersedia direlokasi baru 30 KK, sedangkan 130 KK belum bersedia untuk direlokasi. Demikian pula yang terjadi di Kabupaten Magelang, dari 746 KK, yang bersedia direlokasi baru 611 KK, yang 135 KK belum bersedia direlokasi.

[sumber: Subbag. Program BPBD Prov. Jawa Tengah]

 

Last Updated on Friday, 31 August 2012 08:06
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi