Aktifitas BPBD
RAPAT KOORDINASI DAN SINGKRONISASI PROGRAM DESA BERDIKARI DENGAN DESA TANGGUH BENCANA DAN SISTEM INFORMASI DESA
Kegiatan - sub. Umum & Kepegawaian
Written by Ezky   
Tuesday, 24 February 2015 13:39

23 feb 2015 - Rapat Koordinasi dan Singkronisasi Program Desa Berdikari dengan Desa Tangguh Bencana dan Sistem Informasi Desa, adalah sebuah rangkaian yang tidak dapat dipisahkan  guna mewujudkan misi Gubernur Jawa Tengah untuk mewujudkan Desa yang berdikari. Rapat Koordinasi tersebut dilaksanakan hari Senin tanggal 23 Februari 2015, dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH  dengan tema “Sinergi Pengembangan Desa Berdikari dengan Desa Tangguh dengan Kearifan Lokal Penanggulangan Bencana” dan selanjutnya rapat dipimpin bersama oleh  Bapak Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana, SH,. M.Si.

Pembicara utama dari : Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana, SH., M.Si. dengan materi “Sinergi dan Sinkronisasi Program Desa Berdikari Dengan Desa Tangguh Bencana Dan Sistem Informasi Desa”, kemudian dilanjutkan oleh Deputi I BNPB, yang diwakilkan oleh Ir. Bernardus Wisnu Widjaja, M.Sc selaku Ka.Pusdiklat PB dengan materi “Pengembangan Desa Tangguh  Bencana Menuju Ketangguhan  Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana”,  dilanjutkan dari Koordinator Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah Warsito Ellewin dengan materi “Mewujudkan Desa Berdikari Melalui Desa Tangguh”. Pemateri selanjutnya dari Mercy Corps Indonesia, Mr. Jason dengan materi “Menginstusionalisasi Kesiapsiagaan Bencana dan Kapasitas Penanggulangan Bencana dengan BPBD di Indonesia melalui Bantuan Teknis dan Tim Pelatihan”. Materi dilanjutkan oleh Tim Mitigasi Bencana UGM, Dr. Wahyu Wilopo dengan tema materi “Penerapan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor”. Kemudian oleh Ketua SIBAT Desa Widarapayung Wetan, Ashadi dengan materi “Rintisan Desa Tangguh Desa Widara Payung Wetan”. Pemateri terakhir dibawakan oleh Perangkat Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Jainu dengan materi “Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID). Selain diisi dengan materi, rakor tersebut juga menghasilkan penandatanganan MoU antara SEKDA Provinsi Jawa Tengah dengan Mercy Corps, juga penyerahan buku dokumen Merapi kepada Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Ketua Forum PRB Provinsi Jawa Tengah, Ketua Wartawan Peduli Bencana Jawa Tengah, Koordinator UNDP Jawa Tengah-DIY, Mercy  Corp Indonesia, Ketua Pusat Studi Bencana (PSBA) UGM, Kepala BPBD Kabupaten Cilacap, Kepala BPBD Kabupaten Kebumen, Kepala BPBD Kabupaten Banjarnegara, Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Kepala BPBD Kabupaten Pati, Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Kepala BPBD Kabupaten Demak, Kepala BPBD Kabupaten Kendal, Kepala BPBD Kabupaten Grobogan, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Kepala BPBD Kabupaten Karanganyar, Kepala BPBD Kabupaten Sukoharjo, Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Kepala BPBD Kabupaten Purworejo, Kepala BPBD Kabupaten Magelang, Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Kepala BPBD Kabupaten Brebes, Kepala BPBD Kabupaten Banyumas, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Kepala BPBD Kabupaten Purbalingga, Kepala BPBD Kabupaten Pemalang, Kepala BPBD Kabupaten Blora, Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri, Kepala BPBD Kabupaten Batang, Kepala BPBD Kota Semarang, Kepala BPBD Kota Surakarta dan Kepala BPBD Kota Pekalongan.

Hasil “rapat koordinasi dan singkronisasi program desa berdikari dengan desa tangguh bencana dan sistem informasi desa” adalah sinergi pengembangan desa berdikari dengan desa tangguh dengan kearifan lokal penaggulangan bencana. Dalam desa berdikari dan desa tangguh bencana EWS sangat penting dalam pengembangan desa berdikari dan desa tangguh, Pengembangan EWS tanah longsor ini terus di kembangkan dan untuk pemasangan EWS atanah longsor hasil karya UGM ini menyesuaikan HI-Tech dikarenakan 20% bahan masih impor. (3-4 juta bahkan ada yang mencapai 45 Juta). Saat ini pengembangan masih terus dilakukan dan sesuai dengan harga yang kompetitif. Jika dibandingkan EWS impor maka harganya dapat mencapai 6x lipat dari EWS UGM ini.

Pengenalan teknologi ini kepada masyarakat dan metode yang di gunakan adalah dengan cara pemasangan di kerjakan bersama masyarakat dan di sertai dengan manual book. Kepada masyarakat kita berikan gambaran dan masyarakat yang akan membuat protap sendiri karena EWS tanah longsor ini bukan alat penagkal bencana tanah longsor tetapi alat peringatan dini bencana tanah longsor.

Dengan terselenggaranya rapat koordinasi tersebut, maka diharapkan akan semakin mempererat 3 kegiatan baik itu Program Desa Berdikari dengan Desa Tangguh Bencana maupun dengan Sistem Informasi Desa. Dengan terwujudnya jalinan yang baik antar 3 kegiatan tersebut, maka tentunya akan semakin harmonis dan selaras dengan visi misi Gubernur Jawa Tengah  yang salah satunya adalah untuk mewujudkan Desa Berdikari, Desa yang mampu berkembang dan mandiri. Desa bisa membangun langkah menjadi Desa Berdikari paling tidak dengan melakukan empat hal. Pertama, membuat potret situasi dan kondisi desa. Kedua, mengidentifikasi masalah yang ada. Ketiga, mengenali potensi, baik di dalam maupun dari luar desa, untuk menjawab permasalahan yang ada (solusi). Keempat, membuat perencanaan berbasis potensi lokal. Oleh karena itu , Sinergitas antara Sistem Informasi Desa (SID) dan Desa Tangguh  sangat berperan penting dalam mewujudkan Desa Berdikari.

Dokumentasi:

Last Updated on Wednesday, 25 February 2015 16:25
 

NO. TLP POSKO

Pemohon Informasi

lapor_gub

Buku Disasbilitas

Pengaduan Masyarakat

lapor_gub

Informasi Publik

Statistik

Pelayanan Informasi