Pendidikan · April 18, 2022

Mengenal Jenis-Jenis Pantun dan Contoh-Contohnya

Pantun ini bisa dibilang termasuk jenis karya sastra yang bisa ditulis dan bisa diungkapkan. Bahkan, dalam budaya Betawi terutama pada saat “palang pintu” yang ada pada pernikahan akan menggunakan pantun yang lucu dan menghibur. Terlebih lagi, pantun ini berpola a-b-a-b, sehingga semakin seru untuk kita dengarkan. 

Pada dasarnya, pantun ini memiliki beberapa ciri-ciri yang menjadi keunikan dari pantun itu sendiri, yaitu, memiliki 4 baris yang di mana dua baris pertama sebagai sampiran dan dua baris dibawahnya sebagai isi. Kemudian, pantun bersajak a-b-a-b atau memiliki akhiran pada tiap barisnya berpola a-b-a-b.

Dari ciri-ciri pantun tersebut,  maka dapat dikatakan bahwa baris pertama dan kedua (sampiran) pada pantun selalu bisa menjadi seperti sebuah rangkaian cerita. Misalnya (hari Minggu ke pasar Cikini) (pulangnya tidak lupa beli duku). 

Hal ini juga biasanya juga berlaku pada bagian isi pantun yang di mana bisa menjadi sebuah makna yang dibungkus dalam komedi, nasihat, dan lain-lain. (kalau kamu mau jadi anak pandai) sering-sering membaca buku).

Hari Minggu ke pasar Cikini
Pulangnya tidak lupa beli duku
Kalau kamu mau jadi anak pandai
Sering-sering membaca buku

Dari contoh pantun nasihat di atas dapat dikatakan bahwa baris satu dan du aini seperti menggambarkan seseorang sedang pergi ke pasar di hari Minggu dan ketika pulang ia membeli buah melon. Kemudian, pada bagian isinya ada hal kalau ingin menjadi orang yang pandai, maka harus rajin untuk membaca buku. 

Auto Draft

Jenis-Jenis Pantun dan Contohnya

Pantun yang biasa kita dengar biasanya dibagi menjadi 5 jenis, yaitu pantun nasihat, pantun jenaka, pantun cinta, pantun agama, dan pantun teka-teki. 

1. Pantun Nasihat

Pantun nasihat merupakan jenis pantun yang di mana isinya berupa suatu nasihat yang bisa bermanfaat untuk diri sendiri atau orang lain. Manfaat yang ada di dalam pantun nasihat biasanya berupa anjuran yang perlu dilakukan secara rutin. Kamu bisa simak contoh pantun nasihat di bawah ini.

Pergi ke puncak bareng keluarga
Perginya pakai mobil
Kalau kamu ingin terus bahagia
Jangan lupa untuk terus beramal

2. Pantun Jenaka

Pantun jenaka adalah pantun yang fungsinya untuk menghibur pendengar. Oleh karena itu, biasanya pantun jenis ini digunakan pada acara hiburan. Akan tetapi, terkadang pantun ini digunakan juga untuk melakukan sindiran terhadap suatu peristiwa yang sedang terjadi. Meskipun digunakan untuk sindiran, tetapi kata-kata yang digunakan tetap santai.

Ada gajah naik delman
Perginya ke kebun binatang
Kalau kamu ingin hidup nyaman
Jangan lupa untuk berenang

3. Pantun Cinta

Sama dengan namanya, maka pantun jenis ini isinya berupa cinta yang diungkapkan kepada sang pujaan hati atau lebih tepatnya pada saat jatuh cinta. Namun, ada juga pantun cinta yang isinya berkaitan cinta kepada keluarga. Dengan membaca atau mendengar pantun jenis ini, maka perasaan kamu akan tersentuh. 

Beli buah melon dan salak
Belinya di pasar Minggu
Meskipun kita terpisah jarak
Tetapi Hati kita tetap satu

4. Pantun Agama

Pantun agama adalah pantun yang berfungsi untuk mengingatkan agar selalu melakukan hal yang sesuai denga anjuran agama. Oleh karena itu, pantun agama selalu identik dengan hubungan seorang hamba dengan sang pencipta

Potong rumput dengan gunting
Potongnya bersama papa
Jangan pernah berlaku curang
Karena nanti akan dapat dosa

5. Pantun Teka-Teki

Pantun teka-teki adalah jenis pantun yang membuat pendengarnya menjadi berpikir untuk menemukan jawabannya. 

Pagi-pagi sarapan bubur
Agar menjadi lebih sehat
Kalau kamu memang pintar
Buah apa yang selalu semangat

 

Dari setiap jenis pantun dan contohnya yang sudah dijelaskan di atas, maka bisa dibilang bahwa sampiran pada bagian pantun biasanya akan melekat atau dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dalam hal ini yang dimaksud dengan kehidupan sehari-hari adalah kegiatan yang kita lakukan, seperti pergi ke pasar, pergi ke sekolah, jalan-jalan, dan lain-lain. 

Sedangkan dalam isi pantun biasanya akan berisi jika ingin sesuatu, maka harus melakukan hal seperti ini. Misalnya, kalau ingin pintar harus rajin belajar, kalau ingin kaya harus rajin menabung, dan lain-lain. 

 

Demikian pembahasan jenis-jenis pantun dan contohnya, semoga semua pembahasan di atas bisa menambahkan pengetahuan dan bisa membuat kamu lebih mudah dalam membuat pantun.

Sumber: bintangtrainer.com