Kesehatan · July 10, 2021

Sambiloto untuk Covid 19, Efektifkah?

Di tengah situasi pandemi Corona yang semakin menjadi ini, bermunculan banyak pandangan seputar alternatif terapi yang dianggap efektif sebagai anti Covid atau sebagai pengobatan Covid. Salah satunya adalah pemanfaatan herbal sambiloto untuk Covid 19. Sejauh mana efektivitas dari herbal satu ini? Berikut pandangan yang dikutip dari deherba.com.

Herbal Sambiloto untuk Covid 19

Munculnya informasi seputar herbal sambiloto yang dapat dimanfaatkan sebagai anti Covid berangkat dari pandangan Rektor Universitas Airlangga, Prof. Mohammad Nasih pada awal maret 2020. Dalam pandangannya ekstraksi dari herbal sambiloto memiliki efek cukup signifikan membantu mencegah Covid.

Riset terbatas yang diadakan oleh institusi menunjukan khasiat dari sambiloto relatif di atas sejumlah herbal lain. Setiap herbal yang turut serta sebagai sampel merupakan jenis herbal dengan khasiat anti inflamasi, imunomodulator dan sebagai anti infeksi.

Pandangan ini kemudian diperkuat dengan sebuah pengalaman dokter patologi di Semarang,  yang dibagikan dalam laman sosial medianya. Meski hanya dalam bentuk pengalaman pribadi, tanpa pembuktian medis, asumsi dokter bernama dr Nyoman Suci Widyastiti ini semakin menguatkan asumsi masyarakat mengenai bagaimana sambiloto memiliki manfaat untuk Covid 19.

Bagaimana Sebenarnya manfaat dari herbal yang dikenal memiliki rasa sangat pahit ini dalam bekerja mencegah penyakit infeksi corona ini? Sejauh mana manfaatnya terhadap pasien yang sudah dinyatakan positif Covid 19?

Sambiloto untuk Covid 19, Efektifkah?

Bukti Seputar Manfaat Sambiloto Sebagai Anti Covid

Sebenarnya, belum ada pembuktian secara klinis tentang bagaimana herbal sambiloto dapat bekerja sebagai anti Covid. Karena mengingat penyebaran corona dan penyakit Covid 19 ini sendiri belum lama terjadi. Setiap riset yang berkembang saat ini masih dalam batas riset pilot yang belum dapat menghasilkan kesimpulan yang kuat.

Sebuah riset pilot telah dikembangkan di Thailand pada awal tahun 2021 menunjukan hasil cukup positif atas pemanfaatan sambiloto untuk Covid 19. Hasil riset ini bahkan dijadikan alasan medis sejumlah institusi di Negeri Thailand untuk menggunakan ekstraksi sambiloto dalam terapi yang diterapkan pada pasien Covid.

Sebelumnya, di akhir tahun 2020 sebuah uji klinis singkat juga dilakukan di institusi lain di Thailand untuk melihat bagaimana kinerja ekstraksi senyawa dalam herbal yang juga dikenal dengan nama latin Andrographis paniculata ini bekerja pada pasien Covid.

Dipublikasikan dalam Journal of Natural Products, herbal sambiloto mengandung unsur androgapalida atau androgapalin yang memiliki efek positif dalam membantu menguatkan imun tubuh melawan virus Corona. Juga efektif sebagai anti inflamasi hingga dianggap baik mencegah terjadinya peradangan masif akibat Covid.

Diasumsikan, terapi dengan herbal alami sambiloto akan membantu mencegah perluasan efek Covid 19. Termasuk melindungi kerusakan pada paru paru, sistem pernafasan secara general dan mencegah terjadinya badai sitokin yang banyak disinyalir menjadi penyebab kematian terbesar pada kasus Covid 19.

Sebagai gambaran, jauh sebelum pandemi Covid 19 ini meluas seperti sekarang, sebenarnya herbal sambiloto ini telah lama diakui sebagai terapi untuk batuk pilek, membantu meringankan gejala asma dan alergi pernafasan. Baik untuk pencernaan dengan mengatasi peradangan pada usus dan mengatasi diare. Terbukti pula baik untuk pneumonia dan peradangan di paru paru.

Jadi, sebenarnya pemanfaatan herbal alami sambiloto ini dalam terapi Covid dan pencegahan Covid cukup dapat diandalkan. Meski sejauh ini riset mendalam seputar manfaat sambiloto untuk Covid 19 memang belum dilakukan. Tetapi sederet pembuktian yang telah dilakukan dalam riset riset terdahulu, ditambah dengan sejumlah laporan uji pilot terhadap sambiloto cukup menjadi bukti akan potensi herbal sambiloto.